furniture jepara | mebel jepara | jepara | amirul jepara | jepara products | jepara jepara products - furniture jepara - mebel jepara: about jepara
selamat datang di blognya anak jepara, di jepara products diterangkan berbagai produk jepara, saya sebagai anak jepara bangga mempublikasikan produk asal kota jepara ini. siliahkan dilihat-lihat produk jepara nya.jepara jepara jepara bisa!!!

translator

>

8.09.2011

Pemkab Jepara Gagas Kampung Portugis


JEPARA – Pemkab Jepara menggagas objek wisata penunjang untuk memaksimalkan keberadaan Benteng Portugis yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo atau sekitar 45 km sebelah utara Kota Jepara.

Sesuai namanya, pemerintah akan membangun Kampung Portugis di sekitar sisa-sisa benteng yang masih berdiri saat ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara Khoeron Syarifuddin menegaskan, kampung Portugis akan dibangun di kompleks wisata tanpa menghilangkan kondisi asli benteng. Mengingat tujuan utama pembangunan obyek wisata ini adalah penunjang dari benteng tersebut.

Di sekitar benteng akan dibangun rumah, taman, serta bangunan lain yang bernuansa jaman dahulu saat bangsa Portugis masih bermukim di wilayah tersebut. Selain itu, gardu masuk ke aera Benteng Portugis serta akses jalan di sekitar lokasi benteng akan direnovasi.

”Jika bangunan-bangunan tersebut telah berdiri, kita akan dibawa merasakan dan memasuki suatu daerah seperti layaknya masih digunakan Portugis untuk pengamanan, perdagangan, dan militer seperti zaman dahulu,” kata Khoeron Syarifuddin.

Dia menambahkan, untuk pembangunan obyek wisata ini, pihaknya mendapat bantuan dana sebesar Rp9 miliar dari Pemerintah Pusat. Untuk tahap pertama, anggaran dari pusat ini akan dicairkan senilai Rp2,5 miliar.

Sedangkan untuk pelaksanaannya, tahun ini dimulai dari proses desain dan pembangunan fisiknya dilakukan awal 2011 mendatang. Ditargetkan, pada 2015 nanti obyek wisata ini rampung dikerjakan dan bisa dibuka untuk umum.

”Selama ini, Benteng Portugis masih menjadi salah satu primadona wisata rekreasi di Jepara. Sehingga, dengan adanya penambahan Kampung Portugis ini diharapkan bisa mendongkrak jumlah wisata yang berkunjung ke objek wisata tersebut,” terang dia.

Benteng yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Kerajaan Mataram Sultan Agung sekitar abad XVII ini berada di atas bukit batu di tepi laut. Benteng ini dibangun untuk mencegah datangnya tentara Belanda dari Batavia atau Jakarta yang ingin masuk ke Pulau Jawa melalui jalur laut.

Saat itu, Sultan Agung berpikiran bahwa VOC Belanda hanya bisa dikalahkan lewat serangan darat dan laut secara bersamaan. Karena Mataram tidak memiliki armada laut yang kuat, maka perlu adanya bantuan dari pihak ketiga yang juga berseteru dengan VOC yaitu bangsa Portugis.

Benteng berhadapan langsung dengan Pulau Mandalika yang memberikan nilai lebih. Sebab, pengunjung tidak hanya sekadar melihat peninggalan bersejarah, melainkan juga bisa menikmati keindahan laut.

Di sekitar benteng banyak ditumbuhi pohon-pohon yang rindang yang sudah berusia ratusan tahun sehingga menambah kesejukan alamnya. Akan tetapi, sampai saat ini pengelolaan obyek wisata tersebut kurang maksimal.
(Sundoyo Hardi/Koran SI/ram)


Sumber : okezone.com 


4.25.2011

Pantai Teluk Awur Jepara



Salah satu pantai di kabupaten Jepara yang cukup indah dan menarik untuk di kunjungi adalah Pantai Teluk Awur. Disebut Teluk memang kondisi lautnya yang menjorok ke daratan, sehingga panjang pantai kalau dilihat tidak lurus memanjang namun mendekati bentuk setengah elips.
Dalam situs pemerintah kabupaten Jepara pantai Teluk Awur ini belum masuk pada daerah tujuan wisata kabupaten Jepara, namun demikian jika dilihat pantai ini tidak kalah menariknya dengan pantai Kartini Jepara ataupun pantai Tirto Samudra Bandengan.
Jika hari Minggu atau libur pantai ini cukup ramai dikunjungi oleh pelancong baik dari sekitar Jepara sendiri, ada pula warga luar kota Jepara yang juga mampir mencoba melihat keindahan pantai yang masih alami ini. Dikatakan alami pantai ini sama sekali belum terpoles oleh unsur pariwisata, tidak ada tempat parkir. Karcis tanda masuk maupun rumah-rumahan tempat untuk berteduh. Namun demikian pengunjung tidak akan kepanasan karena sepanjang pantai ini penuh dengan tanaman hijau yang dapat digunakan untuk berteduh. Wisatawan yang datang cukup dengan menggelar tikar dibawah rimbunnya tanaman sembari menikmati semilirnya angin pantai , indahnya ombak yang bergulung tak lupa menikmati bekal dari rumah sungguh nikmat rasanya.
Bukan itu saja sebagian pantai ini juga rimbun dengan tanaman mangrove yang ditanam oleh kamunitas pecinta alam dan pantai sebagai pilot proyek penanggulangan abrasi pantai yang saat ini telah menggerus pantai di Jepara khususnya bagian selatan. Mangrove ini tumbuh cukup rimbun sehingga cukup nyaman untuk tempat berteduh, Namun sayang saking rimbunnya kadang-kadang tempat ini digunakan pacaran para muda-mudi yang sedang dimabuk cinta.
Berenang sepuasnya
Untuk fasilitas pendukung meskipun cukup sederhana warga sekitar telah menyediakannya untuk kenyamanan para pengunjung. Tempat parkir misalnya untuk mobil tidak masalah disana tenpatnya cukup luas tinggal memilih ditempat mana kita mau parkir, untuk kendaraan roda dua bisa langsung diparkir di bibir pantai sehingga jika ramai Sepeda motor kelihatan berjajar rapi.
Untuk yang mempunyai hobi berenang Pantai Teluk awur kondisi airnya cukup bersih karena jauh dari lalu lalangnya perahu dan kapal, sehingga aman jika digunakan untuk mandi dan berenang. Bagi yang tidak bisa berenang warga sekitar telah menyediakan ban-ban mobil yang besar sehingga bisa digunakan untuk berenang dipinggir pantai, biaya sewanyapun relatif murah sekali pakai Rp 1.000-Rp 2.000. Begitu pula tempat mandi bilas, warga sekitar juga telah menyediakannya meskipun kondisinya sederhana namun bisa digunakan untuk membersihkan badan dari asinnya air laut.
Sehingga sayang jika kita telah sampai di pantai ini tidak nyebur ke laut, jadi bila pembaca mencoba datang jangan lupa membawa baju renang dan peralatan untuk mandi bila tidak ingin menyesal jika pulang.
Yang mempunyai hobi memancing pengunjung juga bisa menuntaskan kesenangannya di pantai ini. Selain ikannya cukup lumayan, juga kita bisa menyewa perahu jika ingin ke tengah laut.
Soal makanan, bagi pengunjung yang tidak membawa bekal warga menyediakan berbagai macam menu yang bisa dipilih, dari makanan kecil, minuman ringan sampai dengan nasi beserta lauk pauknya. Harganyapun relatif murah, sehingga bagi wisatawan yang kantongnya pas-pasan tidak ada halangan untuk mengunjungi pantai ini.
Khusus untuk Liburan hari lebaran, tempat ini juga menyediakan hiburan yang menarik misalnya pentas music atau kesenian lainnya. Oleh karenanya untuk liburan lebaran nanti tidak ada ruginya bila Anda menyempatkan mengunjungi obyek wisata pantai yang murah meriah ini. Selamat mencoba.


11.30.2010

Kura-kura Raksasa akan Segera dibuka


Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara akan segera mengoperasionalkan Taman Kura – Kura Raksasa yang ada di Pantai kartini Jepara. Menurut rencana pengoperasionalnnya dilakukan pada akhir Tahun 2010 ini, namun secara resmiakan baru dibuka pada awal tahun 2011, ungkap Khaeron Syarifudin Kepala Disparbud Kabupaten Jepara. Penyempurnaan pembangunan terus dilakukan. Diharapkan dengan pengoperasionalan Kura-kura ini dapat menyedot pengunjung sehingga target pemasukan dari sector pariwisata ini meningkat.Bangunan berarsitektur tinggi yang sekarang dalam tahap penyelesaian ini merupakan oceanarium dimana didalamnya memadukan fungsi rekreasi, penelitian, konservasi dan pendidikan di Kawasan Pantai Kartini Jepara. Disamping untuk menarik wisatawan, kura-kura raksasa ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan kelautan Indonesia dengan mengadakan sebuah sarana rekreasi yang mengajak masyarakat mengenal kehidupan laut dengan lebih dekat, tambah khaeron.Menurut rencana tiket untuk masuk kura-kura tidak terlalu mahal, agar masyarakat bias menjangkaunya. Untuk tiket orang dewasa dipatok Rp. 25.000/orang dan untuk anak-anak Rp. 15.000/anak. Wisatawan bisa menikmati miniature laut yang dimiliki Jepara. Beraneka ragam jenis ikan juga bisa dilihat didalam kura-kura raksasa ini.
Selain Kura-kura ini, Kabupaten Jepara mempunyai 12 obyek wisata, dengan 7 obyek wisata diantaranya merupakan jenis wisata alam. Dari obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Jepara, pantai Kartini menduduki peringkat pertama apabila dilihat dari jumlah pengunjungnya. Hal ini karena pantai Kartini yang mempunyai luas sekitar 3,5 hektar ini memiliki potensi alam berupa pemandangan pantai yang indah, ombak yang kecil dengan pasir putihnya, serta topografi pantai yang landai. Selain dapat menikmati indahnya pantai Kartini, wisatawan juga dapat menikmati naik perahu atau kapal motor menuju pulau Panjang atau pulau Karimunjawa. Di pantai Kartini wisatawan juga dapat menikmati berbagai fasilitas dan hiburan untuk anak-anak seperti kereta kelinci, mobil dan sepeda motor dengan accu untuk anak-anak, bermain catur raksasa, dan berbagai macam souvenir khas kota Jepara.

Info: http://www.hendromartojo.info/?pilih=news&aksi=lihat&id=881
(BV Prayoga)


Sejarah Pendopo Kabupaten Jepara


Bangunan Pendopo Kabupaten Jepara ini dibangun kurang lebih pada tahun 1750, yaitu pada era pemerintahan Adipati Citro Sumo III, beliau merupakan pimpinan pemerintahan yang ke 23 selama kurun waktu 22 tahun (1730-1760), sedangkan ayah RA Kartini merupakan bupati ke 31 selama kurun waktu 24 tahun (1881-1905).
Pendopo Kabupaten menurut pembagian ruangnya adalah sebagai berikut :
Ruang Peringgitan, Ruang ini sangat unik karena memiliki ukiran jepara yang kental dan dulu untuk menerima/menjamu tamu terbatas, sampai saat inipun tempat ini masih dipergunakan untuk dahar prasmanan dan menerima tamu.

Namanya Rono Kaputren (yang ukiran tembus) atau berlubang dan yang blok ukir namanya Rono Keputran. Disebelah kiri itu dulu adalah ruangan kerja untuk bapak Sekwilda dan sebelah kanan adalah ruangan kerja bapak Bupati. Kedua rono/penyekat inidulu yangt membatasi RA Kartini dipingit.
Kita masuk ruangan keluarga, tempat/ruangan ini dulu dipergunakan untuk berkumpulnya keluarga RA Kartini, sekarang tempat ini dipergunakan untuk menerima tamu terbatas. Kemudian kita terus masuk ke ruangan tidur RA Kartini “waktu kecil” (sebelum menginjak dewasa/dengan ayah, Garwo Padmi dan saudara-saudaranya), ruangan ini yang sekarang untuk ruangan tengah, dulu ada 4 (empat) kamar, yang kelihatan penyekat/batas bekas dinding. Untuk tegelnya yang asli pada tahun 1980 ditumpangi tegel putih.
Kemudian kita masuki ruang pingitan, yang berukuran 3 x 4 m, pengertian dipingit tidak diruangan ini terus, boleh keluar tapi dengan batasan depan ada rono dan belakang ada tembok yang tinggio, dan pengertian dipingit adalah menunggu lamaran dari pria yang tidak dikenalnya. Didepan ruang pingit ini dulu untuk ruang makan keluarga RA Kartini.
Kemudian kita langsung menuju ruang belakang (serambi belakang pendopo) ruangan ini masih asli keadaannya pintu dan jendelanya masih asli peninggalan dulu, dan di ruangan ini dulu RA KArtini bias mewujudkan salah satu perjuangannya yaitu mendirikan sekolah wanita.
Di belakang kelihatan bangunan memanjang itu adalah dapur umum, yang pada masa RA Kartini dipergunakan untuk memberi pelajaran ketrampilan (memasak). di depan dapur umum ada 2 pohon bunga kantil kegemaran RA Kartini.
Bangunan di sebelah Pendopo Kabupaten yang sekarang untuk ruang kerja (Sekretariat Dharma Wanita) dulu adalah untuk pesanggrahan ibu kandung RA Kartini (MA Ngasirah) dan yang sekarang untuk ruang secretariat PKK, pada masa RA Kartini dijadikan ruangan untuk membina pengrajin ukir.
Kemudian kelihatan tembok tinggi dan dua pintu(regol) yang dulu dijaga punggowo adalah batas belakang pada saat RA Kartini dipingit. Untuk menjaga keamanan tembok ini sekarang ditutup.

Sumber:http://www.jeparakab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=160:sejarah-pendopo-kabupaten-jepara&catid=3:about-jepaa&Itemid=710


Riwayat Singkat RA kartini


Sewaktu RA Kartini dilahirkan, ayahnya masih berkedudukan sebagai Wedono Mayong, sedangkan ibunya adalah seorang wanita berasal dari desa Teuk Awur yaitu Mas Ajeng Ngasirah yang berstatus garwo Ampil. RMAA Sosroningrat dan urutan keempat dari ibu kandung Mas Ajeng Ngasirah, sedangkan eyang RA Kartini dari pihak ibunya adalah seorang Ulama Besar pada jaman itu bernama Kyai Haji Modirono dan Hajjah Siti Aminah. Istri kedua ayahnya yang berstatus garwo padmi adalah putrid bangsawan yang dikawini pada tahun 1875 keturunan langsung bangsawan tinggi madura yaitu raden ajeng Woeryan anak dari RAA Tjitrowikromo yang memegang jabatan Bupati Jepara sebelum RMAA Sosroningrat. Perkawinan dari kedua istrinya itu telah membuahkan putera sebanyak 11 (sebelas) orang.
Mula pertama udara segar yang dihirup RA KArtini adalah udara desa yaitu sebuah desa di Mayong yang terletak 22 km sebelum masuk jantung kota ukir Jepara. Disinilah nia dilahirkan oleh seorang ibu dari kalangan rakyat biasa yang dijadikan garwo ampil oleh wedono Mayong RMAA Sosroningrat. Anak yang lahir itu adalah seorang bocah kecil dengan mata bulat berbinar-binar memancarkan cahaya cemerlang seolah menatap masa depan yang penuh tantangan.

Hari demi hari beliau tumbuh dalam suasana gembira, dia ingin bergerak bebas, berlari kian kemari, hal yang menarik baginya ia lakukan meskipun dilarang. Karena kebebasan dan kegesitannya bergerak ia mendapat julukan “TRINIL” dari ayahnya. Kemudian setelah kelahiran RA Kartini yaitu pada tahun 1880 lahirlah adiknya RA Roekmini dari garwo padmi. Pada tahun 1881 RMAA Sosroningrat diangkat sebagai Bupati Jepara dan beliau bersama keluarganya pindah ke rumah dinas Kabupaten di Jepara.

Pada tahun yang sama lahir pula adiknya yang diberi nama RA Kardinah sehingga si trinil senang dan genbira dengan kedua adiknya sebagai teman bermain. Lingkungan Pendopo Kabupaten yang luas lagi megah itu semakin memberikan kesempatan bagi kebebasan dan kegesitan setiap langkah RA Kartini.

Sifat serba ingin tahu RA Kartini inilah yang mrnjadikan orang tuanya semakin memperhatikan perkembangan jiwanya. Memang sejak semula RA Kartini paling cerdas dan penuh inisiatif dibandingkan dengan saudara perempuan lainnya. Dengan sifat kepemimpinan RA Kartini yang menyolok, jarang terjadi perselisihan diantara mereka bertiga yang dikenal dengan nama “TIGA SERANGKAI” meskipun dia agak diistimewakan dari yang lain.

Agar puterinya lebih mengenal daerah dan rakyatnya RMAA Sosroningrat sering mengajak ketiga puterinya tourney dengan menaiki kereta.

Ini semua hanya merupakan pendekatan secara terarah agar puterinya kelak akan mencintai rakyat dan bangsanya, sehingga apa yang dilihatnya dapat tertanam dalam ingatan RA Kartini danadik-adiknya serta dapat mempengaruhi pandangan hidupnya setelah dewasa.

Saat mulai menginjak bangku sekolah “EUROPESE LAGERE SCHOOL” terasa bagi RA Kartini sesuatu yang menggembirakan. Karena sifat yang ia miliki dan kepandaiannya yang menonjol RA Kartini cepat disenangi teman-temannya. Kecerdasan otaknya dengan mudah dapat menyaingi anak-anak Belanda baik pria maupun wanitanya, dalam bahasa Belanda pun RA Kartini dapat diandalkan.

Menjelang kenaikan kelas di saat liburan pertama, NY. OVINK SOER DAN SUAMINYA MENGAJAK ra Kartini beserta adik-adiknya Roekmini dan Kardinah menikmati keindahan pantai bandengan yang letaknya 7 km ke Utara Kota Jepara, yaitu sebuah pantai yang indah dengan hamparan pasir putih yang memukau sebagaimana yang sering digambarkan lewat surat-suratnya kepada temannya Stella di negeri Belanda. RA Kartini dan kedua adiknya mengikuti Ny. Ovink Soer mencari kerang sambil berkejaran menghindari ombak, kepada RA Kartini ditanyakan apa nama pantai tersebut dan dijawab dengan singkat yaitu pantai Bandengan.

Kemudian Ny. Ovink Soer mengatakan bahwa di Holland pun ada sebuah pantai yang hamper sama dengan bandengan namanya “Klein Scheveningen” secara spontan mendengar itu RA Kartini menyela……..kalau begitu kita sebut saja pantai bandengan ini dengan nama Klein Scheveningen”.

Selang beberapa tahun kemudian setelah selesai pendidikan di EUROPASE LEGERE SCHOOL, RA Kartini berkehendak ke sekolah yang lebih tinggi, namun timbul keraguan di hati RA Kartini karena terbentur pada aturan adapt apalagi bagi kaum ningrat bahwa wanita seperti dia harus menjalani pingitan.

Memang sudah saatnya RA Kartini memasuki masa pingitan karena usianya telah mencapai 12 tahun lebih, ini semua demi keprihatinan dan kepatuhan kepada tradisi ia harus berpisah pada dunia luar dan terkurung oleh tembok Kabupaten. Dengan semangat dan keinginannya yang tak kenal putus asa RA Kartini berupaya menambah pengetahuannya tanpa sekolah karena menyadari dengan merenung dan menangis tidaklah akan ada hasilnya, maka satu-satunya jalan untuk menghabiskan waktu adalah dengan tekun membaca apa saja yang di dapat dari kakak dan juga dari ayahnya.

Beliau pernah juga mengajukan lamaran untuk sekolah dengan beasiswa ke negeri Belanda dan ternyata dikabulkan oleh Pemerintah Hindia Belanda, hanya saja dengan berbagai pertimbangan maka besiswa tersebut diserahkan kepada putera lainnya yang namanya kemudian cukup terkenal yaitu H. Agus Salim.

Walaupun RA Kartini tidak berkesempatan melanjutkan sekolahnya, namun himpunan murid-murid pertama Kartini yaitu sekolah pertama gadis-gadis priyayi Bumi Putera telah dibina diserambi Pendopo belakang kabupaten. Hari itu sekolah Kartini memasuki pelajaran apa yang kini dikenal dengan istilah Krida dimana RA Kartini sedang menyelesaikan lukisan dengan cat minyak. Murid-murid sekolahnya mengerjakan pekerjaan tangan masing-masing, ada yang menjahit dan ada yang membuat pola pakaian.

Adapun Bupati RMAA Sosroningrat dan Raden Ayu tengah menerima kedatangan tamu utusan yang membawa surat lamaran dari Bupati Rembang Adipati Djojoadiningrat yang sudah dikenal sebagai Bupati yang berpandangan maju dan modern. Tepat tanggal 12 November 1903 RA Kartini melangsungkan pernikannya dengan Bupati Rembang Adipati Djojodiningrat dengan cara sederhana.

Pada saat kandungan RA Kartini berusia 7 bulan, dalam dirinya dirasakan kerinduan yang amat sangat pada ibunya dan Kota Jepara yang sangat berarti dalam kehidupannya. Suaminya telah berusaha menghiburnya dengan musik gamelan dan tembang-tembang yang menjadi kesayangannya, namun semua itu membuat dirinya lesu.

Pada tanggal 13 September 1904 RA Kartini melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Singgih/RM. Soesalit. Tetapi keadaan RA Kartini semakin memburuk meskipun sudah dilakukan perawatan khusus, dan akhirnya pada tanggal 17 September 1904 RA Kartini menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 25 tahun.

Kini RA Kartini telah tiada, cita-cita dan perjuangannya telah dapat kita nikmati, kemajuan yang telah dicapai kaum wanita Indonesia sekarang ini adalah berkat goresan penanya semasa hidup yang kita kenal dengan buku “HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”.
Sumber :http://www.jeparakab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=125:riwayat-singkat-ra-kartini&catid=3:about-jepaa&Itemid=710


 

jepara products - furniture jepara - mebel jepara Copyright © 2010 jepara products by amirul jepara